Premi Asuransi Jiwa

Sebagai manusia tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang, walaupun dengan alat secanggih apapun dan dengan menggunakan analisis yang sempurna. Karena masa mendatang yang tahu hanya Tuhan semata, oleh sebab itu banyak orang yang mengatakan bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian. Untuk menanggulangi hal itu dibutuhkan asuransi, dimana seseorang yang mengikuti asuransi diharuskan untuk membayar premi asuransi jiwa sebagai tanggung jawabnya.

Asuransi merupakan bentuk pengendalian risiko, dengan cara mengalihkan risiko tersebut dari pihak pertama ke pihak lain, dalam hal ini kepada perusahaan asuransi. Pelimpahan tersebut didasari dengan aturan-aturan hukum dan prinsip-prinsip yang berlaku secara universal, yang dianut oleh pihak pertama maupun pihak lain. Dalam hal ini pihak pertama diharuskan membayar premi kepada pihak kedua (asuransi) sebagai penanggung risiko tersebut.

Sebagai contoh, jika kita memiliki sebuah bisnis, risiko yang kita hadapi dapat berupa risiko kebakaran, kerusakan berbagai fasilitas atau kehilangan barang-barang, bahkan juga kecelakaan karyawan. Oleh sebab itulah untuk mengantisipasi berbagai resiko yang akan terjadi maka sebisa mungkin harus diantisipasi sedini mungkin, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Dalam hal inilah diperlukan perusahaan yang mau menanggung risiko tersebut yaitu perusahaan asuransi. Di bidang bisnis inilah asuransi semakin berkembang dan menunjukkan perannya, terutama dalam hal perlindungan terhadap berbagai risiko yang dihadapi seseorang dalam dunia bisnis. 

Dengan demikian premi dalam asuransi diartikan sebagai pembayaran dari tertanggung kepada penanggung, sebagai imbalan jasa atas pengalihan risiko kepada penanggung. Jika yang ditanggungkan adalah seseorang maka disebut premi asuransi jiwa. Karena dalam hal ini pihak perusahaan asuransi menanggung resiko dari seseorang. 

Premi asuransi merupakan imbalan atas jasa jaminan yang diberikan oleh penanggung (perusahaan asuransi) kepada tertanggung untuk mengganti kerugian yang mungkin diderita oleh tertanggung. Jika perlindungan yang diberikan oleh penanggung kepada tertanggung berupa resiko kecelakaan, hari tua maupun kematian maka premi yang harus dibayar oleh tertanggung adalah premi asuransi jiwa. 

Premi  asuransi merupakan faktor yang sangat penting bagi sebuah asuransi, baik itu bagi penanggung maupun tertanggung. Premi sangat penting bagi penanggung (perusahaan asuransi) karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari para tertanggung dalam waktu yang relatif lama, maka akan bisa digunakan untuk mengembalikan keadaan tertanggung utamanya dalam masalah ekonomi seperti sebelum terjadi kerugian, juga bisa menghindarkan tertanggung dari kerugian sedemikian rupa, sehingga mampu berdiri pada posisi seperti keadaan sebelum terjadinya kerugian.

Sedangkan bagi tertanggung premi asuransi juga tak kalah pentingnya, karena premi asuransi yang harus dibayar merupakan unsur biaya baginya yang akan dapat digunakan pada masa mendatang saat tertanggung mengalami resiko kerugian baik kerugian secara ekonomi maupun kerugian jiwa. Oleh sebab itulah, tinggi-rendahnya premi asuransi biasanya menjadi pertimbangan yang utama bagi tertanggung apakah akan menutup risiko (kerugian) dengan asuransi atau tidak. 

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa premi asuransi jiwa merupakan kunci penting bagi penanggung dan tertanggung agar dapat terhindar dari kerugian yang lebih besar yang tidak diinginkan di masa mendatang. Agar kita lebih paham tentang seluk-beluk premi asuransi jiwa kita bisa mengetahuinya melalui https://www.cekaja.com/asuransi-jiwa  disana lengkap dijelaskan semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *