Ketahui Arti Hutang Dalam Islam Serta Doa Agar Bisa Cepat Melunasinya

Kegiatan berhutang sepertinya pernah dilakukan oleh setiap orang. Terlebih, ketika Anda sedang dihadapkan dengan kebutuhan ekonomi yang besar dan mendesak. Namun, bagaimana arti hutang dalam islam? Apakah ada hukum-hukum tertentu yang harus diketahui ketika kita ingin berhutang atau sebaliknya.

Hutang atau (dayn), merupakan sebuah kewajiban yang harus segera ditunaikan kepada pihak lain, bisa dibilang hutang adalah sebuah janji. Sedangkan piutang adalah sebaliknya, yakni orang yang memiliki hak atas adanya kewajiban dari pihak lain, atau sederhananya piutang adalah lawan makna hutang.

Arti Hutang dalam Islam

Hutang dan piutang dalam syariat Islam masuk dalam bahasan muamalah (transaksi non ritual ibadah). Artinya, berlaku kaidah boleh melakukan apa saja sampai ada dalil larangannya. Nah, meski begitu dalam kegiatan berhutang piutang juga ada larangannya, yakni dilarang memberikan syarat dan atau disyaratkan adanya kelebihan pengembalian dari pihak yang berhutang. Kegiatan dengan memberi syarat tersebut biasa disebut dengan transaksi riba dalam hutang piutang dan tidak adil.

Seperti yang diketahui bahwa riba dalam Islam hukumnya haram. Larangan adanya pensyaratan dalam pinjaman adalah kullu qardhin jarra manfaah fahuwa ar riba, yang artinya setiap pinjaman atau hutang piutang yang mengalir atau mensyaratkan kelebihan dalam pengembaliannya, maka termasuk dalam golongan riba. Namun, jika dalam pengembalian, si pihak peminjam ingin memberikan kelebihan pengembalian tanpa dipersyaratkan, hanya untuk sebagai ucapan terima kasih, maka sah dan boleh saja dilakukan.

Baca Juga: Cara Mudah Menjalankan Bisnis Online Busana Muslim

Awalnya, transaksi hutang piutang terbentuk bisa berasal dari transaksi pinjaman dan transaksi jual beli dengan pembayaran secara tangguh (bay’ mu ‘ajjal) maupun jual beli dengan pembayaran dengan cara angsuran (bau’ taqsith).

Pinjaman dibagi dua jenis

Jika dilihat dari sisi pemanfaatan objek pinjaman, maka pinjaman bisa dibagi menjadi dua, yakni qardh dan ariyah. Di pinjaman qardh, artinya pinjaman bisa dihabiskan, asalkan bisa menggantinya dengan objek lain yang senilai jumlahnya, namun dengan syarat si pemberi pinjaman menyetujuinya. Misalnya meminjam barang yang bisa dihabiskan, sebut saja pinjam beras, lalu peminjam harus mengenbalikan beras tersebut dengan jumlah yang sama, jika ingin memberika lebih tidak apa-apa, asal tidak dipersyaratkan oleh si pemberi pinjaman.

Selanjutnya adalah jenis pinjaman ariyah, yakni pinjam barang yang nantinya akan dikembalikan lagi. Untuk jenis pinjaman ini, adalah pinjaman barang yang hanya bisa dipinjamkan manfaatnya. Misalnya memberikan pinjaman motor, maka si peminjam harus mengembalikan motornya kembali seperti semua, tidak boleh dihabiskan atau dijual. Namun, dalam jenis pinjaman ini, bisa memungkinkan adanya biaya perawatan barang, misalnya pihak yang meminjam harus menanggung biaya bensin sendiri, dan hal tersebut boleh saja dilakukan.

Arti Kongsi

Pinjaman langsung sendiri bisa disebut dengan hutang, serta transaksi jual beli secara tangguh pun bisa disebut dengan hutang, maka transaksi kongsi tidak bisa disebut dengan hutang. Kongsi sendiri merupakan kerja sama bisnis antarpihak yang melibatkan adanya uang, barang, tenaga, manfaat barang, dan hal lain yang digunakan untuk pengerjaan proyek dalam rangka mendapatkan keuntungan.

Besaran dari hutang itu harus bisa dipastikan, namun jika dilihat pada skema kongsi, imbal hasulnya tidaj akan boleh bisa dipastikan sejak awal, artinya harus menunggu sampai ada hasilnya.

Nah, itulah sedikit pengertian hutang dalam Islam yang bisa Anda pahami secara luas. Namun, hutang tetaplah hutang yang harus dibayarkan, karena ada kalanya hutang bisa saja menjadi bebas yang semakin hari semakin berat karena, kondisi finansial yang mungkin sedang tidak optimal atau memang ketidakmampuan Anda untuk membayarnya.

Jika, Anda sedang berada dalam kondisi demikian, mungkin dengan tetap berusaha sekuat tenaga bisa menjadi solusi agar tetap terus bisa bertahan dan bisa melunasinya. Selain dengan berusaha, sebaiknya juga diselingi dengan membaca doa perlancar pembayaran hutang berikut ini:

“Allahummak finii bihalaalika ‘an haraamika wa aghninii bi fadllika”

Artinya: ” Ya Allah, cukupkanlah dengan yang dihalalkan oleh Engkau, jauhkanlah dari yang diharamkan oleh Engkau, layaklah aku, anugerahkanlah dari Engkau, jauhkanlah daripada mengharap-harapkan selain dari Engkau.”

Setelah Anda sudah mengetahu arti hutang piutang serta doa untuk memperlancar dan untuk dimudahkan dalam membayar hutang, ada baiknya Anda juga mengetahui adab utang piutang dalam islam, yang bisa Anda baca di link berikut ini:

https://www.cekaja.com/info/adab-hutang-piutang-dalam-islam/

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *